Berita hari ini: Senin, 31 Oktober

Rangkuman berita yang tidak boleh Anda lewatkan

Ketua KPUD DKI Jakarta Sumarno (kiri) dan tiga pasangan Cagub/Cawagub DKI Jakarta berfoto bersama seusai menandatangani piagam kampanye Deklarasi Kampanye Damai dan Berintegritas di Kawasan Monas, Jakarta, Sabtu (29/10). Foto oleh Rosa Panggabean/ANTARA

%

%

%

%

%

%

%

%

Hello!

Halo pembaca Rappler,

Pantau terus laman ini untuk memperbarui berita terbaru pilihan redaksi Rappler Indonesia pada Senin, 31 Oktober 2016.

Wiranto jadi Ketua Umum PBSI

Presiden Joko Widodo berdiskusi dengan Menko Polhukam Wiranto saat mempimpin Rapat Terbatas membahas Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN), di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (24/10). Foto oleh Yudhi Mahatma/ANTARA

Presiden Joko Widodo berdiskusi dengan Menko Polhukam Wiranto saat mempimpin Rapat Terbatas membahas Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN), di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (24/10). Foto oleh Yudhi Mahatma/ANTARA

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto terpilih sebagai ketua umum PP PBSI periode 2016-2020.

Wiranto dipilih secara aklamasi dalam sidang pleno IV pemilihan ketua umum PBSI yang digelar tertutup di Hotel Bumi, Surabaya, Senin malam, 31 Oktober 2016.

Sebelumnya Wiranto mendapatkan perlawanan dari petahana Gita Wiryawan. Namun Gita mundur pada detik-detik terakhir. Dengan mundurnya Gita, agenda voting pun dibatalkan. Baca berita selengkapnya di sini.

Kasus penistaan ayat suci, Polisi sudah periksa 20 saksi

Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok meninjau saluran air saat "blusukan" di daerah Lenteng Agung, Jakarta, Senin (31/10). Foto oleh Hafidz Mubarak/ANTARA

Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok meninjau saluran air saat "blusukan" di daerah Lenteng Agung, Jakarta, Senin (31/10). Foto oleh Hafidz Mubarak/ANTARA

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan saat ini pihaknya telah meminta keterangan dari 20 orang saksi terkait kasus dugaan penistaan ayat suci yang diduga dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama.

"15 saksi, 5 (saksi) ahli," kata Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin 31 Oktober 2016. Saksi-saksi yang telah diperiksa tersebut antara lain saksi pelapor, warga Kepulauan Seribu, dan pegawai pemerintah provinsi DKI Jakarta.

Boy Rafli tak menjelaskan hasil pemeriksaan terhadap para saksi tersebut. Ia juga belum tahu apakah Ahok akan dimintai keterangannya. "Setelah dievaluasi nanti akan kami lihat apakah sudah cukup atau masih dibutuhkan," kata Boy Rafli. Baca berita selengkapnya di sini.

Masih banyak warga simpan uang di bawah kasur, Jokowi canangkan gerakan ‘Ayo Menabung’

Jokowi saat meluncurkan gerakan ‘Ayo Menabung’ di Jakarta, pada 31 Oktober 2016. Foto dari Twitter/@Jokowi

Jokowi saat meluncurkan gerakan ‘Ayo Menabung’ di Jakarta, pada 31 Oktober 2016. Foto dari Twitter/@Jokowi

Presiden Joko “Jokowi” Widodo mengatakan masih banyak masyarakat Indonesia yang menyimpan uangnya di bawah bantal dan kasur, bahkan jumlah uang yang disimpan bisa lebih dari Rp1 triliun.

“Saya enggak tahu kasurnya sebesar apa. Tapi ini adalah sesuatu yang harus mulai kita gerakan, agar semuanya masuk ke tabungan, semuanya masuk ke perbankan,” kata Jokowi saat menggelar kampanye “Ayo Menabung” dalam rangka Peringatan Hari Menabung Sedunia di Jakarta Convention Center (JCC), pada Senin, 31 Oktober.

Saat ini rasio porsi tabungan terhadap pendapatan domestik bruto (PDB) Indonesia masih sangat rendah, kurang lebih 20%. Idealnya adalah 32%.

Selain itu, tingkat kepemilikan rekening Indonesia juga masih rendah, yakni sebatas 19% dari total penduduk Indonesia yang berusia di atas 15 tahun.

Ia meyakini, hal tersebut masih bisa dikembangkan mengingat potensi tabungan dari tangan pelajar saja bisa mencapai 44 juta siswa. Sedangkan mahasiswa dan pemuda berjumlah sekitar 55 juta orang. Selengkapnya di sini.

Aa Gym akan ikut aksi 4 November

Aa Gym keluarkan pernyataan tentang demo 4 November. Screenshot dari Facebook/KH.Abdullah.Gymnastiar

Aa Gym keluarkan pernyataan tentang demo 4 November. Screenshot dari Facebook/KH.Abdullah.Gymnastiar

Pimpinan pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung, KH Abdullah “Aa Gym” Gymnastiar, menyatakan akan ikut demonstrasi besar organisasi keagamaan di Jakarta pada 4 November.

Melalui akun resmi Facebook-nya, Aa Gym mengunggah video berdurasi 5 menit mengenai aksi untuk menyelesaikan masalah yang dinilai melukai umat Islam.

"Sehubungan dengan tersebar luas rencana aksi damai, mengawal dari MUI semoga rencana aksi tanggal 4 November ini menggugah banyak pihak untuk lebih bersungguh-sungguh menyelesaikan ini dengan seadil-adilnya," ujar Aa di menit pertama video tersebut.

Unjuk rasa 4 November adalah kelanjutan dari aksi sebelumnya pada 13 Oktober oleh organisasi massa berbasis keagamaan. Mereka menentang kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama. Selengkapnya di Antara.

Presiden Jokowi temui Prabowo hari ini

Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto bersama Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dalam Rapat Pleno keempat di DPP Gerindra, Jakarta Selatan, Selasa (11/10). Foto oleh Sigid Kurniawan/ANTARA

Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto bersama Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dalam Rapat Pleno keempat di DPP Gerindra, Jakarta Selatan, Selasa (11/10). Foto oleh Sigid Kurniawan/ANTARA

JAKARTA, Indonesia - Presiden Joko “Jokowi” Widodo dikabarkan akan menemui Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Desa Bojongkoneng, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Senin.

Saat ditanya wartawan terkait benar tidaknya pertemuan tersebut usai acara Peringatan Hari Menabung Sedunia Tahun 2016 di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Senin pagi, Presiden Jokowi mengangguk.

Hal serupa juga dikonfirmasi Kepala Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmuddin. "Benar Presiden akan bertemu Pak Prabowo," kata Bey, Senin 31 Oktober 2016. Baca berita selengkapnya di sini.

KPU DKI tetapkan batas maksimal dana kampanye pekan ini

Ketua KPUD DKI Jakarta Sumarno (kiri) dan tiga pasangan Cagub/Cawagub DKI Jakarta berfoto bersama seusai menandatangani piagam kampanye Deklarasi Kampanye Damai dan Berintegritas di Kawasan Monas, Jakarta, Sabtu (29/10). Foto oleh Rosa Panggabean/ANTARA 

Original size: 3000 x 2002 px, 1.3 Mb

Ketua KPUD DKI Jakarta Sumarno (kiri) dan tiga pasangan Cagub/Cawagub DKI Jakarta berfoto bersama seusai menandatangani piagam kampanye Deklarasi Kampanye Damai dan Berintegritas di Kawasan Monas, Jakarta, Sabtu (29/10). Foto oleh Rosa Panggabean/ANTARA Original size: 3000 x 2002 px, 1.3 Mb

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta akan menentukan batas maksimal dana kampanye yang boleh dikeluarkan setiap pasangan calon pada pekan ini.

“Kami akan kami kaji lagi. Pekan ini akan ada pertemuan lagi, semoga dalam minggu ini sudah bisa ditentukan," kata Ketua KPU DKI Sumarno, Minggu 30 Oktober 2016.

Masa kampanye sudah dimilai sejak 28 Oktober hingga 11 Februari. Anggaran untuk kampanye perlu dibatasi agar pengeluaran antar pasangan calon tidak timpang. Baca berita selengkapnya di sini.

--Rapplercom

Ayo langganan Indonesia wRap