Berita hari ini: Sabtu, 5 November 2016

Rangkuman berita yang tidak boleh Anda lewatkan

KEMBALI. Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq mengancam akan kembali berdemonstrasi jika tidak ada perkembangan soal kasus Ahok dalam 3 pekan. Foto oleh Sakinah Ummu Haniy/Rappler

%

%

%

%

%

%

%

%

Hello!

Halo pembaca Rappler,

Pantau terus laman ini untuk memperbarui berita terbaru pilihan redaksi Rappler Indonesia pada Sabtu, 5 November 2016.

Polri: Buni Yani berpotensi jadi tersangka

AKSI DEMO 4 NOVEMBER. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen (Pol) Boy Rafli Amar (tengah) menjawab pertanyaan wartawan terkait rencana unjuk rasa pada 4 November 2016 mendatang di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Senin, 31 Oktober. Foto oleh Eko Suwarso/ANTARA

AKSI DEMO 4 NOVEMBER. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen (Pol) Boy Rafli Amar (tengah) menjawab pertanyaan wartawan terkait rencana unjuk rasa pada 4 November 2016 mendatang di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Senin, 31 Oktober. Foto oleh Eko Suwarso/ANTARA

Video yang diunggah oleh Buni Yani di akun pribadi media sosialnya terkait pernyataan Gubernur Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama yang membawa-bawa surat Al Maidah ayat 51 berbuntut panjang. Buni akhirnya dilaporkan oleh relawan pasangan Ahok dan Djarot Syaiful Hidayat ke polisi.

Lalu, bagaimana perkembangan kasusnya? Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan laporan dari Komunitas Advokat Muda Ahok-Djarot (Kotak Adja) tersebut hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh Polda Metro Jaya.

“Proses berjalan, (baik) Buni Yani sebagai terlapor atau lapor balik,” kata Boy di Mabes Polri.

Dia menjelaskan sebagai terlapor tak menutup kemungkinan Buni selanjutnya ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi.

“Dia kan sebagai terlapor berpotensi menjadi tersangka dengan di-upload, menyebarluaskan di Facebook, lalu menjadi viral dan itu kemudian menjadi kemarahan publik. Kami mau lihat apakah ada pelanggaran hukum atau tidak,” ujarnya. Selengkapnya baca di sini.

Ahok sayangkan aksi demo 4 November berakhir ricuh

GALANG DANA. Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menghadiri acara Launching Penggalangan Dana Ahok-Djarot "Kampanye Rakyat Berpartisipasi dalam Pesta Demokrasi" di Rumah Lembang, Jakarta, Selasa, 1 November. Foto oleh Hafidz Mubarak/ANTARA

GALANG DANA. Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menghadiri acara Launching Penggalangan Dana Ahok-Djarot "Kampanye Rakyat Berpartisipasi dalam Pesta Demokrasi" di Rumah Lembang, Jakarta, Selasa, 1 November. Foto oleh Hafidz Mubarak/ANTARA

Gubernur non aktif Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama akhirnya buka suara soal aksi demo 4 November yang dilakukan di pusat ibukota. Dia menyayangkan aksi demo yang sempat berlangsung damai tetapi justru berakhir ricuh.

“Kita sayangkan sekali, padahal sampai Magrib masih bagus. Begitu selesai isya langsung ribut, harusnya tidak sampai seperti itu,” kata Ahok usai menghadiri acara di Jalan Ki Mangunsarkoro No. 69, Menteng.

Ahok juga mengaku berempati dengan orang-orang yang dijarah dan yang terkena gas air mata. Total ada 100 orang lebih yang terkena gas air mata dan terpaksa harus menjalani rawat jalan di RS Budi Kemuliaan.

Mantan Bupati Belitung itu juga turut prihatin terhadap banyaknya sampah yang ditinggalkan. Beratnya mencapai 71 ton. Dia mengatakan bentrokan di antara demonstran dengan pihak kepolisian sudah coba dihintari dengan menghadirkan para ulama. Namun, demonstrasi tetap berakhir rusuh. Baca artikel selengkapnya di sini.

Fadli Zon sayangkan Jokowi tak bersedia temui perwakilan demo 4 November

JOKOWI DISKRIMINATIF. Wakil Ketua DPR, Fadli Zon menilai Presiden Joko Widodo telah bertindak diskriminatif dengan tidak bersedia menerima perwakilan demonstran 4 November di Istana Negara. Foto oleh Septianda Perdana/ANTARA

JOKOWI DISKRIMINATIF. Wakil Ketua DPR, Fadli Zon menilai Presiden Joko Widodo telah bertindak diskriminatif dengan tidak bersedia menerima perwakilan demonstran 4 November di Istana Negara. Foto oleh Septianda Perdana/ANTARA

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyayangkan aksi unjuk rasa yang berlangsung pada tanggal 4 November berakhir ricuh. Dia menilai salah satu faktor penyebab kericuhan akibat Presiden Joko “Jokowi” Widodo yang tak menemui perwakilan demonstran.

Seandainya Jokowi bersedia bertemu dengan perwakilan demonstran, maka tidak akan ada kericuhan.

“Saya sayangkan Presiden tak menerima delegasi demonstran. Kalau semalam mau menemui demonstran, saya kira enggak akan ricuh,” ujar Fadli yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPR itu.

Dia juga menilai Jokowi bersikap diskriminatif dengan memilih untuk tidak menemui demonstran aksi 4 November. Tetapi, dia malah bersedia menerima pihak-pihak yang tidak begitu berkepentingan dan viral di dunia maya.

“Perhatian di dunia maya lebih besar daripada dunia nyata. Youtuber ditemui, ibu-ibu pemilik warung yang dirazia Satpol PP juga ditemui. Itu semua kan awalnya viral dari dunia maya,” kata Fadli. Selengkapnya baca di sini.

Polri: Ahok akan diperiksa Senin 7 November

DIPERIKSA POLRI. Gubernur non aktif Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama akan diperiksa oleh Bareskrim Mabes Polri pada Senin, 7 November. Foto oleh Reno Esnir/ANTARA

DIPERIKSA POLRI. Gubernur non aktif Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama akan diperiksa oleh Bareskrim Mabes Polri pada Senin, 7 November. Foto oleh Reno Esnir/ANTARA

Wakil Presiden Jusuf “JK” Kalla memastikan proses hukum terhadap Gubernur non aktif Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama akan dilakukan secara cepat dan transparan. JK meminta dirinya diberi waktu 2 pekan oleh publik.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan jadwal pemeriksaan terhadap Ahok sudah ditetapkan pada Senin, 7 November.

“Ahok (diperiksa) Senin, saksi ahli (akan diperiksa) pada Selasa dan Rabu,” kata Boy ketika memberikan keterangan pers di Mabes Polri.

Boy menyebut hal itu disepakati ketika perwakilan pendemo bertemu dengan pemerintah dan JK.

“Kapolri telah menyampaikan di forum itu dalam waktu dua pekan berkaitan dengan proses penyidikan yang berjalan, kemudian posisi kasusnya seperti apa,” tuturnya. Selengkapnya baca di sini.

Habib Rizieq ancam kembali berdemo dalam waktu 3 pekan

KEMBALI. Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq mengancam akan kembali berdemonstrasi jika tidak ada perkembangan soal kasus Ahok dalam 3 pekan. Foto oleh Sakinah Ummu Haniy/Rappler

KEMBALI. Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq mengancam akan kembali berdemonstrasi jika tidak ada perkembangan soal kasus Ahok dalam 3 pekan. Foto oleh Sakinah Ummu Haniy/Rappler

Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab mengancam akan kembali turun ke jalan untuk berdemonstrasi jika tidak ada perkembangan terkait kasus dugaan penistaan agama. Rizieq mengaku telah mengantongi janji dari anggota DPR untuk tetap mengawal kasus yang melibatkan Gubernur non aktif, Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama.

“Setelah Senin anti, kit akan follow up semua pemberitaan. Bila tidak ada perkembangan dalam tiga minggu, kita siap turun (berdemonstrasi) lagi,” ujar Rizieq kepada para demonstran yang berkumpul di depan gedung DPR pada Sabtu dini hari, 5 November.

Rizieq ketika itu didampingi oleh Ketua MPR, Zulkifli Hasan dan anggota Komisi Hukum DPR, Sufmi Dasco. Keduanya membenarkan ada kesepakatan untuk memeriksa Ahok.

“Mari kita awasi, agar yang jadi tuntutan kita bisa menjadi kenyataan,” kata Zulkifli.

Setelah itu, Rizieq meminta kepada para demonstran untuk pulang ke rumah. Selengkapnya baca di sini. - Rappler.com

Ayo langganan Indonesia wRap