Berita hari ini: Kamis, 11 Mei 2017

Perkembangan berita terbaru yang perlu Anda ketahui.

Seorang Biksuni menyalakan api pelita di altar Buddha di Candi Sewu, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, Rabu (10/5) malam. Foto oleh Aloysius Jarot Nugroho/ANTARA

%

%

%

%

%

%

%

%

Hello!

Hallo pembaca Rappler!

Pantau terus laman ini untuk memperbarui berita terbaru pilihan redaksi Rappler Indonesia pada Kamis, 11 Mei 2017.

Mendagri Tjahjo minta pendukung tak kaitkan vonis Ahok dengan Jokowi

BERTEMU JOKOWI. Mendagri Tjahjo Kumolo bergegas seusai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 16 Februari. Foto oleh Wahyu Putro/ANTARA

BERTEMU JOKOWI. Mendagri Tjahjo Kumolo bergegas seusai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 16 Februari. Foto oleh Wahyu Putro/ANTARA

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengaku tersinggung mendengar aspirasi yang disampaikan oleh salah satu pendukung Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama yang terekam dalam sebuah video. Di video tersebut, seorang aktivis terlihat berteriak bahwa rezim pemerintahan Joko “Jokowi” Widodo lebih parah dibandingkan rezim SBY.

Tjahjo bahkan mengancam akan mempolisikan akvitis tersebut. Politisi dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan itu mengaku telah mengantongi identitas dari aktivis yang bersangkutan yakni Veronica Koman Liau.

Dia mengaku akan mengirimkan surat kepada Veronica untuk meminta klarifikasi. Jika dalam waktu satu pekan tidak ada klarifikasi, maka Tjahjo akan melapor ke polisi.

“Ini pendidikan politik buat siapa pun tidak boleh memaki-maki dan memfitnah Presiden RI dan siapa pun tanpa bukti yang jelas,” ujar Tjahjo kepada media.

Dia mengatakan sah-sah saja jika membela Ahok, namun jangan mengaitkan vonis sidang Ahok dengan pemerintahan Jokowi. Sebab, sejak awal Jokowi sudah menegaskan tidak pernah mengintervensi hakim.

“Saya sebagian dari rezim Jokowi merasa tersinggung,” kata dia. Selengkapnya baca di sini.

Dosen Universitas Cenderawasih dianiaya hingga tewas

PISTOL. Sebuah pistol dipajang dalam pameran ‘Detektive, Agenten und Spione’ di Jerman, 8 Oktober 2015. Foto oleh Uwe Anspach/EPA

PISTOL. Sebuah pistol dipajang dalam pameran ‘Detektive, Agenten und Spione’ di Jerman, 8 Oktober 2015. Foto oleh Uwe Anspach/EPA

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Cenderawasih, Dr Suwandi, tewas setelah dianaya orang tak dikenal pada Kamis dinihari, sekitar pukul 03.00 WIT di Jalan Bupaten Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua.

"Korban yang tinggal di perumahan dosen Buper Waena ditemukan bersimbah darah akibat dianiaya," kata pejabat di Polres Jayapura Kota, Inspektur Satu Polisi Yahya Rumra, Kamis 11 Mei 2017.

Menurut saksi berinisial RW (18 tahun), Suwandi dianiaya oleh dua orang yang memegang parang. Ia melihat insiden ini saat tengah melintas di Jalan Bupaten. Baca berita selengkapnya di sini.

Tim Anies-Sandi: #KonserGueMenangTelak hoax

RAPAT PLENO. Pasangan Cagub dan Cawagub DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan (kanan) dan Sandiaga Uno memberi salam dalam rapat pleno terbuka di Kantor KPU DKI Jakarta, Jumat, 5 Mei. Foto oleh Rosa Panggabean/ANTARA

RAPAT PLENO. Pasangan Cagub dan Cawagub DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan (kanan) dan Sandiaga Uno memberi salam dalam rapat pleno terbuka di Kantor KPU DKI Jakarta, Jumat, 5 Mei. Foto oleh Rosa Panggabean/ANTARA

Wakil Ketua tim media Anies-Sandiaga Uno, Naufal Firman Yusak membantah pihaknya akan menyelenggarakan sebuah konser pada Jumat, 26 Mei. Konser yang diberi judul #KonserGueMenangTelak itu ditulis akan diselenggarakan di Ex Driving Range, Senayan.

“Itu hoax. Kami tidak pernah merencanakan, membuat apalagi mengumumkan mengenai ‘Konser Gue Menang Telak’”, ujar Naufal.

Lagipula menurut Naufal, desain poster itu sangat tidak relevan dengan konsep yang dimiliki Anies-Sandi. Di foto itu, terlihat tangan yang memegang gitar dan mengisyaratkan salam dua jari yang merupakan desain gambar dari poster ‘Konser Gue Dua’ yang diselenggarakan band Slank untuk mendukung paslon nomor urut dua.

Kejanggalan lainnya terlihat dari pengisi acara yang menampilkan 20 penyanyi dan grup band. Dewa 19 ditulis menjadi bintang utama. Selain itu, di dalam catatan kaki di poster itu, penonton dianjurkan membawa atribut politik.

“Konser itu sangat aneh, karena bisa dikatakan sebuah jebakan dengan mengahak penonton membawa atribut partai yang justru membuat citra relawan Anies-Sandi buruk. Terkesan, mereka merayakan kemenangan secara berlebihan,” katanya.

Hari Raya Waisak, ratusan narapidana mendapat remisi

Seorang Biksuni menyalakan api pelita di altar Buddha di Candi Sewu, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, Rabu (10/5) malam. Foto oleh Aloysius Jarot Nugroho/ANTARA

Seorang Biksuni menyalakan api pelita di altar Buddha di Candi Sewu, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, Rabu (10/5) malam. Foto oleh Aloysius Jarot Nugroho/ANTARA

Sebanyak 678 narapidana beragama Budha mendapatkan resmisi di Hari Raya Waisak 2017 yang jatuh pada hari ini, Kamis 11 Mei 2017.

"Remisi di Hari Raya Waisak tahun 2017 ini merupakan momen yang dinantikan oleh napi yang beragama Buddha di seluruh Indonesia," kata Direktur Jenderal Pemasyarakatan, I Wayan K. Dusak, dalam keterangan tertulis, Kamis 11 Mei 2017.

Dusak berharap dengan pemberian remisi ini seluruh narapidana yang menerima remisi bisa introspeksi dan menyadari kesalahannya. Baca berita selengkapnya di sini.

—Rappler.com

Ayo langganan Indonesia wRap