Berita hari ini: Senin, 27 November 2017

Perkembangan berita terbaru yang perlu Anda ketahui

%

%

%

%

%

%

%

%

Hello!

Hallo pembaca Rappler!

Pantau terus laman ini untuk memperbarui berita pilihan redaksi Rappler Indonesia pada Senin, 27 November 2017.

Gunung Agung berstatus awas, Garuda Indonesia batalkan 88 penerbangan

Sejumlah calon penumpang memperhatikan layar informasi jadwal penerbangan di terminal keberangkatan internasional Bandara Ngurah Rai, Tuban, Bali, Minggu (26/11).FOTO oleh ANTARA/Wira Suryantala

Sejumlah calon penumpang memperhatikan layar informasi jadwal penerbangan di terminal keberangkatan internasional Bandara Ngurah Rai, Tuban, Bali, Minggu (26/11).FOTO oleh ANTARA/Wira Suryantala

Garuda Indonesia membatalkan 88 penerbangan domestik dan internasional dari dan menuju Bali menyusul ditetapkan status awas terhadap Gunung Agung.

Pembatalan penerbangan Garuda Indonesia tersebut mencakup 42 penerbangan yang akan tiba di Bali dan 46 penerbangan yang akan berangkat dari Bali.

"Penerbangan Garuda Indonesia dari dan menuju Bali tersebut akan dilayani kembali setelah sebaran abu vulkanik dari Gunung Agung mereda dan kembali dalam situasi normal," kata Vice President Corporate Communications Garuda Indonesia Hengki Heriandono dalam siaran pers perusahaan, Senin.

Hengki mengatakan penumpang Garuda Indonesia yang telah memiliki tiket penerbangan tujuan dari dan ke Bali yang diberi pilihan untuk menjadwal ulang penerbangan, memperpanjang masa berlaku tiket sampai enam bulan sejak kejadian, mengubah rute, mengganti nama penumpang satu kali atau menarik kembali uang tiket mereka. Baca berita selengkapnya di sini.

Idrus Marham akan temui Setya Novanto untuk meminta mundur dari Golkar

TOPPING OFF. Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (kedua kanan) menekan tombol bersama Sekjen Idrus Marham (tengah), Bendahara Umum Robert J. Kardinal, Ketua Dewan Pembina Aburizal Bakrie (kedua kiri) dan Anggota Dewan Kehormatan MS Hidayat mewarnai lambang Golkar saat "Topping Off" gedung baru Partai Golkar di DPP Partai Golkar di Jakarta, Minggu, 12 November. Foto oleh Hafidz Mubarak A/ANTARA

TOPPING OFF. Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (kedua kanan) menekan tombol bersama Sekjen Idrus Marham (tengah), Bendahara Umum Robert J. Kardinal, Ketua Dewan Pembina Aburizal Bakrie (kedua kiri) dan Anggota Dewan Kehormatan MS Hidayat mewarnai lambang Golkar saat "Topping Off" gedung baru Partai Golkar di DPP Partai Golkar di Jakarta, Minggu, 12 November. Foto oleh Hafidz Mubarak A/ANTARA

Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid Pelaksana Tugas Ketua Umum Idrus Marham akan menemui Setya Novanto dan membujuknya bersedia legowo mundur dari kursi Ketua Umum. Pasalnya, jika Setya tidak mundur, nasib partai akan tersandera. Sementara, dua agenda besar politik sudah berada di depan mata.

“Saya akan minta Plt Ketum Idrus Marham untuk menemui Beliau (Setya Novanto) dalam satu atau dua hari ini, supaya berkoordinasi agar Setya Novanto legowo, berbesar hati dan lebih mengedepankan kepentingan umum,” ujar Nurdin pada Minggu malam di Jakarta.

Ia mengaku yakin Setya adalah seorang negarawan yang sangat bijaksana dalam menyikapi kondisi saat ini. Nurdin mengatakan, pengunduran diri Setya akan mempermudah partai dalam menentukan pemimpin baru dan menjalankan tugas partai dengan normal. Selain itu, dengan pengunduran diri Setya dari jabatan ketua umum Partai Golkar, maka jabatan ketua DPR yang diembannya juga dapat diganti.

“Kalau Beliau (Setnov) mengundurkan diri dari ketua umum Partai Golkar, maka dengan sendirinya kita bisa proses penggantian ketua DPR. Dua lembaga terhormat ini tidak boleh tersandera hanya karena persoalan pribadi Setnov," katanya lagi.

Sementara, Ketua DPP Bidang Pengawasan Pembangunan Melchias Markus Mekeng mengatakan jika Munaslub tidak segera dilaksanakan, maka Partai Golkar terancam tidak dapat mengikuti Pilkada 2018 dan Pileg 2019. Sebab, penandatanganan pencalonan kepala daerah dan caleg harus dilakukan oleh ketua umum definitif. Selengkapnya baca di sini.

- Rappler.com

Ayo langganan Indonesia wRap