Yusniar - updates

Rappler's latest stories on Yusniar

ARTICLE FINDER

Pesan Yusniar bagi netizen dalam menggunakan media sosial

Apr 26, 2017 - 7:37 PM

Yusniar mengaku kapok dan tidak ingin lagi menggunakan media sosial Dia lebih baik curhat di buku diary

PESAN YUSNIAR. Yusniar berpesan kepada netizen agar berhati-hati dalam mengunggah curhatan di media sosial. Foto oleh Syarifah Fitrani/Rappler

Perjuangan Yusniar: Antara kebutuhan hidup dan kasus hukum

Feb 09, 2017 - 8:26 AM

Selain menjalani sidang Yusniar juga harus berkeliling dan menjual gorengan di area dekat rumahnya untuk memperoleh penghasilan

BERTAHAN HIDUP. Yusniar (paling kiri dan mengenakan jilbab) harus terus menjalani sidang lanjutan walau sudah dialihkan statusnya sebagai tahanan kota. Selain itu, dia juga harus berdagang gorengan keliling untuk bertahan hidup. Foto oleh Syarifah Fitriani/Rappler

Pesan sang ayah kepada Yusniar: Hati-hati dalam menggunakan aplikasi media sosial

Nov 26, 2016 - 11:26 AM

Tim kuasa hukum Yusniar meminta agar lebih banyak masyarakat yang memperhatikan kasusnya Sebab hasil dari kasus ini bisa mengancam kebebasan berekspresi di dunia maya

DITANGGUHKAN. Terdakwa kasus pencemaran nama baik lewat Facebook, Yusniar menahan haru usai mendengarkan putusan hakim yang mengabulkan penangguhan penahanannya di Rutan Kelas 1 Makassar menjadi tahanan kota, di Pengadilan Negeri, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu , 23 November. Foto oleh Dewi Fajriani/ANTARA

Hakim tangguhkan status Yusniar menjadi tahanan kota

Nov 24, 2016 - 7:09 AM

Yusniar terancam akan kembali dimasukan ke dalam rutan jika mangkir sekali saja dalam persidangan lanjutan

PERSIDANGAN. Yusniar tertunduk lesu, sesaat sebelum persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Makassar, pada 9 November. Foto oleh Syarifah Fitriani/Rappler

Akibat curhat tanpa nama di Facebook, Yusniar mendekam di rutan Makassar

Nov 10, 2016 - 1:30 PM

Kasus ini bermula ketika Yusniar menulis status Facebook setelah rumahnya diobrak obrak terduga anggota DPRD setempat

Yusniar tertunduk lesu, sesaat sebelum persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Makassar, pada 9 November 2016. Foto oleh Syarifah Fitriani/Rappler